Rabu, 11 Februari 2009

Saat Terakhirku


tak pernah terpikir olehku tak sedikitpun kubayangkan kau akan pergi tingalkan ku sendiri

begitu sulit kubayangkan begitu sakit kurasakan kau akan pergi tingalkanku sendiri
dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu …… begitu dalam sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta

inilah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih

satu jam saja kutelah bisa cintai kamu,kamu,kamu dihatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu dihatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup dinantiku

saat terakhirku

tak pernah terpikir olehku
tak sedikitpun kubayangkan
kau akan pergi tingalkan ku sendiri

begitu sulit kubayangkan
begitu sakit kurasakan
kau akan pergi tingalkanku sendiri

dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu …… begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta

inilah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menangis pilu
hanya mampu ucapkan
selamat jalan kasih

satu jam saja kutelah bisa
cintai kamu,kamu,kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup

satu jam saja kutelah bisa
sayangi kamu dihatiku
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
dinantiku

Kamis, 29 Januari 2009

Foto-fotoku

<br />My Album<br
Foto-fotoku n family




My family and I




Nie fotoku waktu aku masih umur sekitar 3 tahunan










Fotoku waktu ngerayain hari kartini, aku lucu ya pakai baju adat.






Aku lagi nari nih... di acara perpisahan. waktu itu aku masih TK lho....










Aku di acara pernikahan omku.






Nie fotoku waktu aku lagi di Candi Mendut, sayang ya Candinya nggak kelihatan jelas.











Adikku yan g paling imut n nakal, tapi kadang-kadang ngangenin. Namanya "Mutiara Septiani"





Dan yang terakhir ini fotonya adik sepupuku.

Mereka kakak ber a d ik. Akur banget ya...
Padahal kadang- kadang suka bertengkar lho....











My poem for BUNDA

My poem for you, Bunda




Bunda ....






Dear, my mother


Di malam buta...
Terdengar jelas
nyanyian jangkrik
terdengar jelas
perjalanan panjang Sang detik
hingga berganti jam


Sendiri k
u menatap langit
Langit yang begitu mengerikan
Langit yang tanpa hiasan


Sedih...
Begitu yang kurasakan kini
Sesal...
Tak henti-hentinya datang
menyera
ngku
Kesalah pahaman hadir
di antara kita berdua


Bunda...

Maafkan diriku
Aku tak pernah berniat
mengecewakanmu
Aku me
nyesalinya
Sungguh


Tuhan...
Katakan pada mereka
Bahwa aku mencintainya
Bahwa aku menyayanginya


Beliau adalah sosok wanita
yang ku kagumi
Berjuang sekuat tenaga
Melahirkan dan membesarkanku
Tanpanya aku takkan ada
di dunia ini
Tanpanya aku bukanlah siapa-siapa
Jasanya begitu besar bagiku
Bahkan mungkin
lebih besar
daripada alam semesta ini


Bunda...
Ku mohon
Maafkan diriku
Aku sangat, sangat, dan sangat
Menyesalinya...


Dan aku persembahkan lagu ini untuk ibu...


Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga
Sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai Sang surya menyinari dunia










Thanz dad and mom



<br />Thanks Dad, Mo
Thanks Dad, Mom




Thanks Dad, Mom






Terima kasih Ayah, ibu
Kalian telah membesarkan kami hingga saat in
i
Ayah, engkau bekerja keras demi kami, keluargamu
Dan ibu, engkau telah menyayangi kami dengan belaian sayangmu
Bagiku, takkan pernah ada orang tua yang begitu berharga selain kalian
Sekali lagi terima kasih ayah, ibu


Bila ku ingat lelah
Ayah bunda
Bunda piara
Piara akan daku
Sehingga aku besarlah

Waktu ku kecil
Hidupku
Amatlah senang
Senang dipangku
Dipangku di peluknya

Namanya KESAYANGAN

Terima kasih Ayah, Ibu .....










my poem for teacher

<br />Puisi untuk guruku<
My Poem for My teacher



Guruku....






Dear, my teacher


Kau begitu berarti bagiku
Tanpamu
Aku tak dapat
men
genal dunia luas
Tanpamu
Aku bagaikan
sosok tak berarti
Yang buta akan
membaca, menulis, berbahasa
dan ilmu


Kau k
orbankan waktumu
Untuk murid-muridmu
Buat kami jadi tau
akan dunia luas
Buat kami jadi seseorang
yang berguna





“Terima kasih, guruku”
Kata-kata itu
takkan pernah
tertahan di bibirku
Aku akan selalu mengucapkannya
Mengingat jasamu
begitu berharga bagiku
Dan bila jasamu
harus ku balas
Mungkin aku takkan
pernah bisa membalasnya

Puisi ini mungkin memang nggak begitu bagus dan puitis, tapi jujur aku membuatnya dari perasaanku yang terdalam untuk para guru tercintaku.










Hidup ini....

<br />Kehidupan
Hidup ini....



The Life is ....




Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kamu pacari. Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahraga apa yang kau mainkan, atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu. Bahkan juga bukan tentang nilai-nilai ujianmu, uang, baju, atau perguruan tinggi yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup ini bukan tentang apakah kau seorang diri, dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukanlah tentang itu.

Hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.


(Chicken Soup)